4 Fakta Vaksin AstraZeneca CTMAV547

Fakta Vaksin AstraZeneca CTMAV547 – Pemerintah Indonesia menetapkan untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin jenis ini sebagai salah satu upaya kehati-hatian pemerintah. Kabar mengejutkan tersebut datang di tengah pelaksanaan pemberian vaksin dengan merek AstraZeneca kepada masyarakat.

Hal tersebut jelas membuat masyarakat kebingungan, terlebih bagi mereka yang baru memperoleh vaksin dosis pertama dan menunggu jadwal memperoleh vaksin dosis keduanya. Ternyata, Kementrian kesehatan menginformasikan bahwa vaksin yang diberhentikan sementara penggunaannya hanya vaksin yang berasal dari batch CTMAV547. Yang berarti sejumlah vaksin AstraZeneca lainnya masih dapat digunakan.

Vaksin AstraZeneca

4 Fakta Vaksin AstraZeneca CTMAV547

Melalui dr. Siti Nadia Tarmizi juru bicara vaksinasi COVID-19, Kementrian Kesehatan menjelaskan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca untuk masyarakat akan tetap terus berjalan karena memberikan manfaat yang lebih besar. Dan, berikut ini fakta penting dari vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 yang harus diketahui, antara lain :

1. Lebih dari 400.000 Dosis

Berdasarkan data dari COVAX Facility, setidaknya terdapat 448.480 dosis vaksin AstraZeneca yang masuk dalam batch CTMAV547 dari total 3.853.000 dosis yang telah diterima di Indonesia pada April lalu.

2. Sudah Disebarkan ke Sejumlah Daerah di Indonesia

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan, vaksin AstraZeneca yang termasuk ke dalam kloter tersebut sudah disebarkan ke sejumlah daerah di Indonesia, dua di antaranya yakni Sulawesi Utara dan DKI Jakarta.

3. Sedang Dilakukan Pengujian Sterilitas dan Toksisitas

Mengapa vaksin kelompok tersebut diberhentikan sementara? Ternyata, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan uji sterilitas serta toksisitas pada vaksin AstraZeneca batch tersebut. Pengujian ini dilakukan guna mengetahui apakah ada hubungan antara penggunaan vaksin batch ini dengan laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.

Kementrian Kesehatan memastikan bahwa hanya vaksin kelompok TMAV547 yang penggunaannya dihentikan sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan dan juga pengujian lanjutan dari BPOM. Kemungkinan proses ini membutuhkan waktu antara satu hingga dua minggu.

4. Tidak Berhubungan dengan Kasus Pembekuan Darah

Penggunaan vaksin AstraZeneca kepada masyarakat memang masih menimbulkan kontroversi. Ini berhubungan dengan kasus KIPI yang merenggut nyawa seseorang dewasa produktif tak lama setelah mendapatkan suntikan vaksin. Dengan kejadian tersebut membuat masyarakat pun semakin meragu untuk melakukan vaksin, meski dikatakan efektivitasnya lebih baik untuk membantu melindungi tubuh dari paparan virus corona.

Akan tetapi, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca kelompok CTMAV547 ini tidak ada hubungannya dengan hal tersebut. Dr. Nadia membantah bahwa proses kematian penerima vaksin tersebut terjadi secara mendadak, sementara itu untuk kasus pembekuan darah, dibutuhkan waktu kejadian antara 5 hingga 7 hari.

Meski begitu, belum bisa dipastikan juga apa penyebab dilakukannya penghentian sementara penggunaan vaksin corona jenis AstraZeneca kepada masyarakat. Tentunya, ini tak lepas dari faktor keamanan.

Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Hal penting yang tidak boleh diabaikan yaitu tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat setiap saat, terlebih jika mengharuskan beraktivitas di luar rumah. Ingat, vaksin tidak sepenuhnya memberikan perlindungan pada tubuh dari ancaman virus corona, terlebih dengan mutasi virus yang terjadi dengan sangat cepat.

Pastikan memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, juga menjauhi kerumunan. Hindari berkumpul dengan banyak orang, jaga jarak hingga 2 meter, dan tidak perlu keluar rumah kalau tidak mendesak. Bawa selalu hand sanitizer untuk berjaga-jaga jika kamu kesulitan menemukan air bersih untuk cuci tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *