Manfaat Albumin Bagi Tubuh

Manfaat Albumin Bagi Tubuh – Perlu diketahui albumin adalah protein dalam darah manusia yang diproduksi oleh hati dan memiliki fungsi yang penting untuk kelangsungan hidup. Jika kadar tersebut berada di atas atau dibawah normal, maka dapat diperkirakan tubuh tersebut sedang berada pada kondisi kesehatan tertentu. Oleh sebab itu, penting sekali untuk tahu lebih spesifik mengenai protein yang ada di dalam darah beserta manfaatnya.

Manfaat Albumin Bagi Tubuh

Manfaat Albumin Bagi Tubuh

Belum banyak yang tahu bahwa albumin merupakan protein terbanyak yang sering ditemukan pada plasma darah yaitu 3,4-5,4 gram per desiliter atau sebanding dengan 34 hingga 54 gram per liter yang terdapat pada darah orang dewasa yang sehat. Biasanya protein ini berasal dari hati yang kemudian dipindahkan ke aliran darah.

Albumin ini memiliki fungsi dalam menjaga cairan pada aliran darah agar tidak terjadi kebocoran pada jaringan lainnya. Tidak hanya itu, protein juga akan membawa berbagai zat ke seluruh tubuh manusia yang didalamnya termasuk hormon, vitamin, serta enzim.

Menurut National Center for Biotechnology Informatika ternyata protein dapat mengangkut berbagai macam obat – obatan di dalamnya yang terdiri dari metadon, propranolol, thiopental, furosemide, warfarin, methotrexate, alfentanil.

Selain itu, albumin juga dapat kita temukan pada aliran darah, ruang interstisial atau biasanya dikenal dengan celah di antara sel, dan cairan lainnya. Apabila protein ini terdapat pada cairan tubuh lainnya seperti rongga perut atau urine, maka dapat diperkirakan bahwa tubuh tersebut sedang mengalami penyakit tertentu.

Untuk mendeteksi kadar protein yang penting ini, dapat dilakukan dengan cara tes secara bersamaan seperti panel panel metabolik komprehensif atau comprehensive metabolic panel (CMP). 

Bagaimana Jika Kadarnya Abnormal?

Bagi tubuh yang memiliki jumlah abnormal kadar protein maka dapat dikatakan bahwa tubuh tersebut sedang berada pada kondisi tertentu. Untuk orang – orang yang memiliki penyakit hati dan ginjal merupakan orang yang memiliki resiko kadar albumin yang abnormal.

Tidak hanya itu saja, pada orang yang memiliki sistem pencernaannya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik dan mengalami diare berkepanjangan biasanya beresiko mengalami kondisi seperti ini. Jika hasilnya abnormal, maka perlu dilakukan pengujian lebih lanjut.

Kadar Albumin Rendah

Orang yang tubuhnya memiliki kadar albumin rendah dalam darah dapat menandakan bahwa orang tersebut sedang dalam kondisi hipoalbuminemia. Kebanyakan kondisi seperti ini terjadi karena disebabkan oleh produksinya yang menurun atau mungkin terlalu banyak albumin yang hilang melalui ginjal atau urine, saluran pencernaan, kulit, serta ruang ekstravaskuler.

Jika kebutuhan nutrisi dalam tubuh tidak terpenuhi dengan baik maka dapat menyebabkan protein dalam darah menjadi rendah. Adapun beberapa jenis kondisi yang dapat menyebabkan kadar albumin menjadi menurun yaitu :

  • Jika orang tersebut usai menjalani operasi penurunan berat badan
  • Orang yang memiliki penyakit crohn atau radang saluran pencernaan.
  • Jika sedang melakukan diet rendah protein
  • Mengalami penyakit celiac atau kerusakan selaput usus kecil akibat makan gluten
  • Mengalami penyakit whipple atau berada pada kondisi yang dapat mencegah usus memberikan nutrisi ke seluruh tubuh

Selain itu, tingkat albumin yang rendah dapat menandakan bahwa tubuh manusia tersebut sedang dalam memiliki kondisi penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit luka bakar. Dalam pengobatannya, dapat menyesuaikan sebab yang mendasarinya. Apabila sedang mengalami penyakit kritis seperti luka bakar, mungkin dapat diberikan albumin tambahan yang berbentuk infus.

Kadar Albumin Tinggi

Adapun hal – hal yang dapat meningkatkan kadar albumin yaitu seperti dehidrasi, diet tinggi protein, diare parah, infeksi akut, luka bakar, serangan jantung, serta menggunakan tourniquet.

Albuminuria

Ini merupakan tanda penyakit ginjal yang dimana terdapat banyak protein di dalam urine. Biasanya albuminuria disebut juga dengan proteinuria. Ginjal yang berperan sebagai penyaring darah seharusnya tidak dapat meloloskan albumin yang berada di aliran darah hingga terbuang melalui urine. Akan tetapi pada ginjal yang rusak, hal ini akan terjadi. Semakin sedikit jumlah urine yang terdapat pada tubuh, maka akan semakin baik.

Apabila tubuh mengalami gejala penyakit liver atau ginjal, maka biasanya dokter akan merekomendasikan tes albumin. Adapun tanda dan gejala penyakit hari yang menyebabkan kadar albumin menjadi abnormal seperti penyakit kuning, kelelahan, penurunan berat badan, kehilangan selera makan, feses berwarna pucat, serta urine yang berwarna gelap.

Selain itu, untuk tanda dan gejala penyakit ginjal yang dapat menyebabkan kadar protein tubuh menjadi abnormal yaitu ditandai dengan :

  • Terjadinya sebuah pembengkakan di sekitar perut, paha, atau wajah
  • Jika malam hari lebih sering mengalami buang air kecil.
  • Biasanya urine akan berbusa, berdarah, dan berwarna gelap seperti kopi
  • Tubuh terasa mual
  • Kulit akan terasa gatal

Namun perlu diketahui bahwa kadar albumin yang berada di atas atau di bawah kadar normal tidak selalu menandakan bahwa tubuh tersebut memiliki kondisi tertentu yang membutuhkan perawatan. Ada obat – obatan tertentu yang dapat meningkatkan kadarnya seperti steroid ataupun insulin. Sementara untuk pil KB dapat digunakan untuk menurunkan kadar albumin pada tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *