Manfaat Vitamin K dan Pengertian

Manfaat Vitamin K dan Pengertian – Pengertian vitamin K merupakan sebuah nutrisi yang dibutuhkan tubuh guna melakukan proses pembentukan darah. Vitamin K sendiri tersedia dalam bentuk suplemen tambahan dan terkandung secara alami dalam makanan.

Manfaat Vitamin K dan Pengertian

Buah-buahan dan sayuran adalah sumber utama vitamin K. Jenis buah yang mengandung vitamin K seperti kiwi, anggur, alpukat, delima dan buah ara. Sedangkan beberapa jenis sayuran yang mengandung vitamin K adalah bayam, lobak, kubis, kangkung, sawi dan brokoli. Selain pada buah-buahan dan sayuran, sumber vitamin K juga dapat ditemui pada ikan, hati, kuning telur dan daging.

Apabila tubuh kekurangan vitamin k, maka darah dalam tubuh akan sulit membeku. Sehingga fungsi utama dari vitamin K adalah membantu tubuh dalam memproses pembekuan darah. Orang yang kekurangan vitamin K, akibatnya akan mudah mengalami pendarahan. Bayi yang baru lahir akan lebih mudah terserang kekurangan vitamin K dibanding orang dewasa.

Apa Itu Vitamin K ?

Vitamin K ini termasuk ke dalam golongan vitamin dengan kategori obat bebas dan dapat dianjurkan sebagai resep dokter. Memiliki manfaat mengatasi perdarahan akibat kelebihan obat antikoagulan dan dapat pula mengatasi kekurangan vitamin K pada bayi baru lahir. Selain itu vitamin K ini juga biasa digunakan oleh orang dewasa.

Pada ibu hamil dan menyusui, vitamin ini masuk ke kategori C yang artinya studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Suplemen ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Namun belum dapat diketahui pula apakah vitamin K dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Apabila Anda sedang menyusui, disarankan jangan mengkonsumsi suplemen vitamin K ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Vitamin K juga dapat berbentuk obat tablet dan injeksi.

Petunjuk Sebelum Mengkonsumsi Vitamin K :

  • Jika memiliki riwayat alergi dengan obat ini, Jangan menggunakan obat ini.
  • Sebelum menggunakan vitamin K, beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat gangguan pencernaan, penyakit hati, gangguan kandung kemih, gangguan pankreas serta diare kronis
  • Pada orang yang memiliki katup jantung mekanis, dan orang lanjut usia penggunaan vitamin K harus berhati hati.
  • Bila menderita diabetes, beritahu dokter dan periksakan secara rutin kadar gula darah Anda.
  • Jika Anda sedang menjalani cuci darah, beritahu dokter agar dosis disesuaikan dengan kondisi.
  • Jika mengalami reaksi alergi obat atau overdosis, hentikan penggunaan vitamin K dan lakukan pemeriksaan ke dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Vitamin K

Dosis penggunaan vitamin K tergantung pada kondisi pasien dan usia pasien. Dosis 2,5-25 mg diberikan pada pasien remaja dan dewasa yang menderita gangguan pembekuan darah, dan pada 12-48 jam berikutnya dosis dapat ditingkatkan hingga 25-50 mg.

Pada bayi yang baru dilahirkan, Untuk mencegah perdarahan akibat kekurangan vitamin K, akan diberikan suntikan vitamin K bawah pengawasan dokter dengan dengan dosis yang disesuaikan dengan kondisi bayi dan berat badan si bayi tersebut.

Kebutuhan Harian Vitamin K

Kebutuhan vitamin K per hari yang dianjurkan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kebutuhan harian ini dapat ditemui dari makanan, suplemen, atau gabungan dari keduanya.

Kebutuhan harian vitamin K untuk anak-anak

  • Usia 0 sampai 6 bulan kebutuhannya 2 mcg/hari
  • Usia 7 sampai 12 bulan kebutuhannya 2,5 mcg/hari
  • Usia 1 sampai 3 tahun kebutuhannya 30 mcg/hari
  • Usia 4 sampai 8 tahun kebutuhannya 55 mcg/hari
  • Usia 9 sampai 13 tahun kebutuhannya 60 mcg/hari
  • Usia 14 sampai 18 tahun kebutuhannya 75 mcg/hari

Kebutuhan harian vitamin K untuk dewasa

  • Pria usia 19 tahun ke atas kebutuhan 120 mcg/hari
  • Wanita usia 19 tahun ke atas kebutuhan 90 mcg/hari
  • Wanita hamil dan menyusui (usia dibawah 19 tahun) kebutuhan 75 mcg/hari
  • Wanita hamil dan menyusui (usia di 19-50 tahun) kebutuhan 90 mcg/hari

Interaksi Vitamin K dengan Obat Lain

Penggunaan suplemen vitamin K dengan obat lain dapat menyebabkan efek reaksi yang tidak diinginkan atau membahayakan. Berikut beberapa efek yang terjadi :

  • Jika dikonsumsi dengan obat diabetes, dapat menurunkan kadar gula darah sampai di bawah normal
  • Jika dikonsumsi bersama obat pengikat asam empedu, seperti cholestyramine. Dapat mengurangi penyerapan vitamin K
  • Dalam pembekuan darah dapat terjadi penurunan efektifitas obat antikoagulan
  • Jika dikonsumsi dengan orlistat, dapat mengurangi penyerapan vitamin K
  • Jika dikonsumsi dengan antibiotik, dapat menurunkan efektivitas vitamin K

Cara Mengkonsumsi Suplemen Vitamin K dengan Benar

Ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh, maka konsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk melengkapi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral. Kegunaan suplemen hanya sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, tidak sebagai pengganti nutrisi makanan.

Beberapa kondisi yang membutuhkan asupan suplemen yaitu sedang mengonsumsi obat yang dapat mengganggu metabolisme vitamin dan mineral atau sedang terserang suatu penyakit. Suplemen vitamin K ini dapat dikonsumsi sesudah makan maupun sebelum makan.

Apabila mengkonsumsi suplemen vitamin K yang dijual bebas, dianjurkan gunakan sesuai dengan keterangan pada kemasan. Namun, bila dianjurkan mengkonsumsi suplemen vitamin K yang disertai dengan resep dokter. Gunakan sebagaimana tanpa menambah atau mengurangi dosis dan waktu penggunaan waktu.

Efek Samping dan Bahaya Vitamin K

Jika dikonsumsi dalam dosis yang dianjurkan, vitamin K sangat jarang menyebabkan efek samping. Akan tetapi, suplemen ini dapat menimbulkan efek samping pada beberapa kasus, berupa :

  • Kulit dan putih mata menguning
  • Mudah berkeringat
  • Sesak napas
  • Gangguan indera pengecap
  • Pusing seperti hendak pingsan
  • Bibir membiru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *