Pengertian Fotokimia dan Contohnya

Pengertian Fotokimia dan Contohnya – Pernahkah Anda mendengar tentang fotokimia? dari namanya tentu kita tahu bahwa fotokimia berhubungan dengan reaksi kimia. Bahkan seharusnya kita sudah mendapatkan pelajaran tentang fotokimia di bangku sekolah, namun apa sebenarnya fotokimia itu? simak pembahasan berikut.

pengertian fotokimia

Pengertian Fotokimia

Definisi fotokimia sendiri adalah sebuah ilmu yang mempelajari berbagai reaksi kimia yang disebabkan oleh induksi sinar matahari baik secara langsung maupun tidak. Dalam keadaan gelap, reaksi termal yang terjadi mendapatkan energi pengaktifan dari tumbukan antar molekul yang acak dan berurutan. Penyerapan foton cahaya oleh molekulnya ini akan menghasilkan energi pengaktifan.

Karenanya hanya reaksi tertentu saja yang bisa memungkinkan terjadi pada fotokimia, berbeda dengan pengaktifan pada reaksi biasa (termal). Molekul dengan kondisi elektronik akan berinteraksi dan menghasilkan energi dengan distribusi elektron yang berbeda dari keadaan dasarnya. Hal ini akan membuat sifat kimianya juga akan berbeda.

Studi mengenai fotokimia sendiri mencakup semua hal pada fenomena yang berhubungan dengan absorpsi dan emisi radiasi oleh sintesis kimia. Dalam hal ini flouroscence dan phosphorescence yang masuk dalam sebagian besar fenomena spektroskopik juga termasuk.

Pengaruh cahaya terhadap sistem kimia mungkin saja kecil atau justru besar. Apabila kuanta cahaya energinya tidak cukup untuk menghasilkan efek besar seperti disosiasi molekul maka energi tersebut akan didegradasi menjadi panas / termal.

Melalui proses penyerapan cahaya oleh suatu sistem tertentu dapat menghasilkan efek cahaya baik itu besar atau kecil. Hal ini pertama kali disadari oleh Grotthus dan Drape pada awal abad ke-19, karenanya disebut sebagai hukum Grotthus dan Drape.

Hukum Grotthuss-Draper dan hukum Stark-Einstein

Foteksitasi adalah langkah pertama dalam proses fotokimia di mana reaktan dinaikkan ke keadaan energi yang lebih tinggi, keadaan tereksitasi . Hukum pertama fotokimia, yang dikenal sebagai hukum Grotthuss-Draper, menyatakan agar reaksi fotokimia berlangsung maka cahaya harus diserap oleh zat kimia.  Menurut hukum kedua fotokimia, yang dikenal sebagai hukum Stark-Einstein (untuk fisikawan Johannes Stark dan Albert Einstein ), untuk setiap foton cahaya yang diserap oleh sistem kimia, tidak lebih dari satu molekul yang diaktifkan untuk reaksi fotokimia, seperti yang didefinisikan dengan hasil kuantum.

Contoh Reaksi Fotokimia

  • Fotosintesis : proses dimana tumbuhan mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan energi matahari.
  • Pembentukan vitamin D oleh manusia karena paparan sinar matahari.
  • Bioluminescence : misalnya pada kunang-kunang, enzim di perut mengkatalisis reaksi yang menghasilkan cahaya.
  • Polimerisasi dimulai oleh fotoinisiator , yang terurai saat menyerap cahaya untuk menghasilkan radikal bebas untuk polimerisasi radikal.
  • Fotodegradasi banyak zat, misalnya polivinil klorida dan Fp. Botol obat seringkali dibuat dengan kaca yang digelapkan untuk mencegah obat dari fotodegradasi.
  • Terapi fotodinamik : cahaya digunakan untuk menghancurkan tumor dengan aksi oksigen singlet yang dihasilkan oleh reaksi fotosensitisasi oksigen triplet. Fotosensitizer tipikal termasuk tetraphenylporphyrin dan methylene blue. Oksigen singlet yang dihasilkan adalah oksidan agresif, yang mampu mengubah ikatan CH menjadi gugus C-OH.
  • Proses pencetakan diazo
  • Teknologi photoresist yang dipakai pada produksi komponen mikroelektronik.
  • Penglihatan dimulai oleh reaksi fotokimia rhodopsin.
  • Produksi fotokimia Toray dari ε-kaprolaktam.
  • Produksi fotokimia artemisinin, obat anti malaria.
  • Fotoalkilasi, digunakan untuk penambahan gugus alkil ke molekul yang diinduksi cahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *