Pengertian Ilmu dan Psikologi Forensik

Psikologi Forensik dan Ilmunya – Ilmu forensik memiliki bahasa latin forensis yang berarti dari luar. Bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains disebut sebagai ilmu forensik.

Psikologi forensik

Suatu penelitian dan teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek dari faktor kognitif, afektif, serta perilaku terhadap proses hukum diartikan sebagai psikologi forensik.

Jenis – jenis Ilmu Forensik

Ilmu forensik terdiri dari berbagai ilmu yang menunjang seperti ilmu kedokteran, farmasi, kimia, biologi, fisika, dan psikologi. Kriminalistik merupakan cabang dari ilmu forensik yang terdiri dari, kedokteran forensik, toksikologi forensik, odontologi forensik, psikiatri forensik, entomologi forensik, antrofologi forensik, balistik forensik, fotografi forensik, dan serologi / biologi molekuler forensik. Kriminalistik berkontribusi dalam upaya pembuktian melalui prinsip dan cara ilmiah dalam perkara pidana.

Kedokteran Forensik yaitu penerapan atau pemanfaatan ilmu kedokteran yang berguna dalam kepentingan penegakan hukum dan pengadilan. Kedokteran forensik mempelajari hal ikhwal manusia atau organ manusia yang berkaitan dengan kejahatan. Selain berhubungan dengan bedah mayar, bidang forensik juga berhubungan dengan orang hidup. Sehingga dalam hal ini peran kedokteran forensik meliputi :

  • Melakukan penyidikan peristiwa melalui ootopsi medikolegal dalam pemeriksaan mengenai sebab-sebab kematian.
  • Melakukan identifikasi mayat.
  • Melakukan penelitian mengenai waktu terjadinya kematian.
  • Melakukan penyidikan pada tindak kekerasan seperti kekerasan seksual, kekerasan terhadap anak dibawah umur, kekerasan dalam rumah tangga.

Toksikologi Forensik

Toksikologi merupakan sebuah bidang ilmu yang menelaah tentang kerja dan efek berbahaya dari zat kimia yang beracun terhadap mekanisme biologi. Racun merpakan senyawa yang berpotensial memberikan efek berbahaya pada organisme. Biasanya sifat racun dari suatu senyawa ditentukan oleh sifat zat, sistem bioorganisme, dosis, konsentrasi racun pada reseptor, paparan terhadap organisme dan bentuk efekyang ditimbulkan.

Toksikologi dikelompokkan dalam tiga kelompok besar berdasarkan cara pengaplikasiannya, yaitu toksikologi ekonomi, lingkungan, toksikologi forensik. Toksikologi forensik memiliki kinerja utama yaitu sebagai analisis racun baik kualitatif maupun kuantitatif sebagai bukti dalam tindak kriminal (forensik) di pengadilan. Dalam penerapan analisis racun sebagai bukti tindakan kriminal mencakupi adanya toksikologi forensik. Adapun bidang kerja pada toksikologi forensik yang meliputi :

  • Melakukan analisis dan mengevaluasi racun penyebab kematian
  • Untuk mengetahui ada atau tidaknya alkohol, obat terlarang di dalam cairan tubuh atau napas, yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku kita dapat melakukan upaya penelitian.
  • Pada kasus penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang dilakukan analisis pada darah dan urin.

Odontologi Forensik

Berdasarkan karakteristik seperti pola penumukan krak gigi, struktur rongga rahang atas, perbaikan gigi, dental protese, hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelusuran identitas seseorang (mayat tak dikenal). Melalui tanda atau bekas gigitan, atau sidik bibir dapat dijadikan sebagai tanda bukti dalam penyidikan tindak kejahatan.

Psikiatri forensik

Merupakan bidang yang dapat digunakan untuk mendiagnosa perilaku, kepribadian, dan masalah psikis sehingga dapat memberi gambaran sikap (profile) dari pelaku dan dapat menjadi petunjuk bagi penyidik. 

Entomologi forensik

Entomologi merupakan ilmu yang memperlajari tentang jenis-jenis serangga yang hidup dalam fase waktu tertentu pada suatu jenasah di tempat terbuka. Seorang entomolog forensik dapat menduga sejak kapan mayat tersebut telah berada ditempat kejadian perkara (TKP) melalui jenis – jenis serangga yang ada disekitar mayat.

Antrofologi forensik

Merupakan bidang yang ahli dalam mengidentifikasi mengenai sisa-sisa tulang, tengkorak, dan mumi. Melalui penyidikan yang dilakukan tersebut dapat memberikan informasi mengenai jenis kelamin, ras, perkiraan umur, dan waktu kematian. Antrofologi forensik mungkin juga dapat mendukung dalam penyidikan kasus orang hidup, seperti mengidentifikasi mengenai bentuk tengkorak bayi pada kasus tertukarnya anak di rumah bersalin.

Serologi dan Biologi molekuler forensik

Dalam proses peradilan, pemanfaatan bidang ilmu ini meningkat dengan sangat pesat, baik darah maupun cairan tubuh lainnya paling sering digunakan atau diterima sebagai tanda bukti fisik dalam tindak kejahatan. Bidang forensik lebih banyak digunakan untuk keperluan identifikasi personal baik pelaku atau korban. Pada umunya toksikolog forensik melakukan analisis toksikologi terhadap sampel biologi dengan cara mencari senyawa racun yang terlibat.

Analisa serologi atau biologi molekuler dalam bidang forensik memiliki tujuan untuk :

  • Pengujian darah yang dilakukan untuk menentukan sumbernya darah, yaitu berupa manusia atau hewan, atau warna dari getah tumbuhan, darah pelaku atau korban, atau orang yang tidak terlibat dalam tindak kejahatan tersebut.
  • Melakukan uji cairan tubuh lainnya seperti air liur, semen vagina atau sperma, rambut, potongan kulit untuk menentukan sumbernya (“origin”).
  • Melakukan pengujian imonologi atau DNA individu untuk mencari identitas seseorang. 

Farmasi Forensik

Bidang farmasi berkaitan dalam dunia kesehatan, dan berkaitan erat dengan produk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Farmasis forensik adalah seorang farmasis yang profesinya memiliki hubungan dengan proses peradilan, proses regulasi, atau pada lembaga penegakan hukum.

Dalam hal ini, seorang forensik farmasis harus sangat terlatih dan berpengalaman dalam mereview dan menganalisa bukti-bukti dokumen kesehatan seperti rekaman atau berupa catatan medis. Tidak hanya itu, seorang forensik farmasi juga harus bisa menuangkan hasil analisanya sebagai suatu penjelasan terhadap efek samping pengobatan, kesalahan pengobatan atau kasus lain yang dikeluhkan (diperkarakan) oleh pasien, atau pihak lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *